Ternyata membuat kemasan produk tidaklah mudah, ada etika dan aturan yang harus diperhatikan para pelaku usaha sebelum mereka membuat kemasan produk

Kendati terbilang hal sepele, namun ternyata pembuatan kemasan produk bukanlah hal yang mudah. Ada etika ataupun beberapa aturan yang harus dipatuhi dan diperhatikan para pelaku usaha ketika membuat kemasan produk.

Misalnya menentukan sebuah gambar atau logo produk serta bentuk kemasan yang tidak menimbulkan kontradiksi. Disamping itu, pelaku bisnis juga harus membuat kemasan produk yang unik, menarik dan mudah dibuka.

Salah satu hal yang menjadi permasalahan dalam pemasaran adalah kemasan produk. Para pelaku bisnis yang umumnya adalah pengusaha kecil masih berpikir secara tradisional dimana mereka hanya mengandalkan pada jenis produk yang mereka jual dengan kemasan pembungkus biasa yaitu dari plastik. Pengusaha kecil kurang menyadari bahwa kemasan yang baik bisa mendatangkan nilai lebih dari produk yang mereka jual.

Ada beberapa fungsi dan manfaat dari kemasan produk, diantaranya adalah :
  • Mempertahankan produk agar tetap bersih
  • Melindungi produk dari kerusakan dan pengaruh luar
  • Membantu suatu proses pengolahan
  • Mempertahankan nilai gizi
  • Memudahkan transportasi
  • Media informasi dan promosi

Sekarang ini para pelaku bisnis berlomba-lomba untuk menarik konsumen melalui kemasan produk. Berbagai warna, bentuk dan tulisan dapat disajikan dalam kemasan produk untuk menarik minat konsumen. Namun, bukan berarti pembuatan kemasan seenaknya saja. Ada beberapa aturan atau etika dalam pembuatan kemasan produk.

Pertama, kemasan produk harus sesuai dengan adat atau psikologi untuk tujuan pemasaran. Sebagai contohnya, gambar yang digunakan untuk kemasan produk kornet yang biasanya menggunakan kepala sapi. Kepala sapi tidak menjadi masalah bagi orang-orang secara umum, namun berbeda halnya jika kemasan produk tersebut dipasarkan di daerah yang menyucikan atau mengeramatkan hewan sapi seperti Bali dan India. Maka desain kemasan produk kornet di daerah tersebut sebaiknya jangan menggunakan gambar kepala sapi.

Kedua, kemasan produk harus disesuaikan dengan psikologi konsumen yang akan dituju atau dibidik. Misalnya saja kemasan produk untuk susu instan siap saji bagi anak-anak harus mempunyai bentuk kemasan yang menarik dan disukai oleh anak-anak. Tidak menjadi contoh yang baik jika pelaku bisnis menggunakan bentuk tubuh manusia untuk kemasan produk minuman anak. Sebab hal ini sangat tidak cocok bagi psikologi anak.

Ketiga, kemudahan membuka kemasan produk adalah salah satu etika pembuatan kemasan produk setelah gambar dan juga bentuk. Bayangkan saja jika Anda menemukan kemasan produk yang sulit untuk dibuka, tentunya Anda akan kesal dan kapok membeli produk tersebut. Hal yang sama juga pastinya akan dilakukan oleh konsumen. Apalagi jika target untuk produk tersebut adalah para lansia. Sudah pasti mereka tidak dapat membuka kemasan produk yang sulit dibuka.

Keempat, Penggunaan produk disesuaikan dengan sifat produknya. Sebagai contoh untuk etika pembuatan kemasan produk yang keempat ini adalah dalam kemasan minuman. Pernahkah Anda berfikir mengapa pelaku bisnis membuat kemasan produk minuman ada yang terbuat dari botol buram, kaleng, botol tembus pandang dan lain sebagainya. Hal itu disesuaikan dengan produk yang dijual dan tujuan untuk menarik minat konsumen. Misalnya saja produk minuman yang mengandung pulpy, pastinya kemasan produk yang digunakan adalah botol tembus pandang dengan tujuan agar konsumen dapat melihat bahwa minuman tersebut benar-benar mengandung pulpy.

Dari keempat etika pembuatan kemasan produk tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam membuat kemasan produk ada beberapa aturan yang harus diperhatikan oleh para pelaku bisnis atau produsen. Perlu pelaku bisnis ketahui juga, bahwa yang sepertinya tidak terlalu penting ternyata kemasan produk justru merupakan salah satu aspek penting dalam suatu produk. Kemasan produk juga mempunyai andil dalam kesuksesan sebuah pemasaran produk. Semoga bermanfaat dan salam sukses!

Posting Komentar

 
Top