Pada saat nilai tukar dollar meningkat di Indonesia, semua harga kebutuhan terpengaruh ikut naik. Sebagian besar sektor terkena dampaknya. Tapi, ternyata tidak demikian dengan dunia percetakan kemasan. Bisnis cetak kemasan mengalami perubahan yang baik termasuk tahun 2015 ini. Artinya bagi anda pelaku bisnis UKM, tidak terlalu terpengaruh besar oleh harga produksi barang anda terutama apabila membutuhkan cetak kemasan. Lalu, apa yang menyebabkan bisnis cetak kemasan memiliki kestabilan?

* Tingkat pendapatan rakyat indonesia meningkat dengan pesat menjadi US$ 3.000 per kapita pertahun 2005 dan di perkirakan akan mencapai US$ 5.000 per kapita pada 2005 dan di perkirakan mencapai US$ 5.000 per kapita pada 2015. Foot and beverage businaess dari 402 Triliun pada tahun 2007 menjadi 684 triliun pada tahun 2011 (70% Growth in four year)

* Investasi di bidang FMCG (fas Moving Costomer Goods) sangat besar sejak tahun 2011, seperti unilever  (550 juta euro), P&G (US$ 100 juta), cocacola  (A$ 300 juta ) Nesle ( US$ 200 juta ), Indofood (6 trilyun).

* Retailer berkembang dengan pesat dan mereka mulai menggunakan “Brand” mereka sendiri. Carefour, saat ini mempinyai 3000 SKU barang yang di jual di carrefour. Home brand ini meningkat per tahun 5% dan 6o% non F & B.

* khusus untuk label biasanya mensuplay regional, seperti label untuk L`Orel akan meningkat 500% sesuai dengan peningkatan produk L`Oreal yang akan meningkat 500 % pada tahun 2015 dan menjadi pabrik kosmetik terbesar di dunia (Singgle Location), di mana 80 % akan di Expor. Di australia label jaga di gunakan Coca cola untuk menarik pembeli dengan menggunakan label kusus dengan nama tertentu, label dengan bercode tertentu yang akan di undi dan pemenang nya akan mendapatkan mobil.

Prinpeck : Master label tersebut sebagai percetakan label terbasar di indonesia,siapa saja the big label terbesar di indonesia ? Master label, Ohtonomi, Primasindo, Cahaya Jakarta, Aneka rupa (Surabaya, Jakarta) Adapun pemain international (pemara, super Label, Komark.)

Printpack : Jumlah mesin cetak label kurang begitu terdengar di indonesia, sebut saja Hp indigo, Xeikon, dll. Adakah data label di indonesia total percetakan label ? Adakah asosiasinya ? 

Label ada bergai macam :
  1. Wet label ( Label yang di cetak offset dan di tempel menggunakan lem)
  2. PS Label ( label yang sudah ada lem nya dan bisa di cetak offset, Flexo,letterpress,roto)
  3. Di indonesia awalnya smua di cetak letterpress, saat ini sebagian dicetak flexo.
  4. Schrink sleeve (di cetak flexo di luar negeri, namun di cetak foto di indonesia)
  5. Sleeve eraund (di cetak flexo di luar negeri, namun di cetak roto di indonesia)
  6. In mould (Bisa di cetak flexo, letter press,offset)
Semua jenis label di atas bisa di cetak digital print Hp Indigo atau Xeikon, namun kita harus melihat nilai comersialnya. kalau yang di cetak digital menjadi terlalu mahal.

Printpack : Jika ingin berbisnis label printing, apa sebaiknya yang mesti di perhatikan? Investasi Mesin?

Pelaku UKM harus jeli melihat strategi pasar terlebih dalam hal jual dan beli. Produksi barang adalah hal penting ketika sudah tau suasana pasar. Hal yang lebih penting dari itu semua adalah manuver pemasarannya. Dalam hal ini, semua produk tentu akan laku dipasaran jika tau strateginya, termasuk pemilihan kemasan bagi UKM anda.
 

Posting Komentar

 
Top