Anda para konsumen pasti gemar membeli makanan dalam kemasan bukan? Nah, dibawah ini kami ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan ketika memilih makanan dalam kemasan. Hal itu meliputi bahan kemasan, kondisi kemasan, expired date serta label dalam kemasan, dan komposisi makanan. Lengkapnya anda bisa lihat dibawah ini.


Tips Memilih Makanan Dalam Kemasan


Bahan kemasan


  • Bahan kemasan seperti kaleng, gelas, plastik, dan stryrofoam tidak boleh menimbulkan interaksi yang berakibat perubahan pada produk makanan dalam kemasan tersebut.
  • Bahan paling aman untuk kemasan  ialah gelas, walaupun tidak tahan pada suhu tertentu dan mudah pecah. Sedangkan bahan paling populer adalah plastik. Hanya plastik dengan tanda goodgrade yang aman digunakan, dengan jenis LDPE dan HDPE.
  • Bahan kemasan styrofoam akan berbahaya jika bersentuhan dengan suhu tertentu. Salah satu cara pencegahan adalah dengan melapisinya menggunakan kertas nasi atau daun pisang. Sedangkan untuk makanan kemasan seperti mie sudah melewati standar BPOM sehingga  jika bersentuhan dengan air panas, panasnya diserap oleh mie.
  • Bahan kemasan seperti plastik keresek hitam, koran, dan kertas bekas berbahaya karena mengandung timbal, serta plastik non foodgrade juga berbahaya


Kondisi kemasan



  • Kemasan tidak boleh penyok, berkarat, atau sobek, berubah warna dan pastikan gas masih dalam jumlah yang cukup.
  • Pastikan segel masih utuh. Jika kemasan berubah warna atau pudar dimungkinkan karena makanan disimpan ditempat yang terpapar matahari secara langsung.


Expired date serta label-label dalam kemasan


  • Makanan dengan tanggal kadaluarsa tinggal beberapa hari bukan berarti tidak boleh dikonsumsi, tetapi jika telah jatuh tanggal kadaluarsanya lebih baik jangan dibeli apalagi dikonsumsi.
  • Hati-hati dengan discount besar-besaran untuk makanan, bisa jadi makanan yang ditawarkan mendekati kadaluarsa atau kondisinya tidak lagi 90 %.
  • Perhatikan label pada kemasan makanan yang diproduksi  oleh industri besar harus terdaftar di BPOM, sedangkan makanan kemasan yang diproduksi rumah tangga harus ada izin dari dinas kabupaten/kota.
  • Makanan yang terdaftar di BPOM mendapat label : MD (makanan dalam negeri), ML (Makanan Luar Negeri/import).
  • Makanan yang terdaftar di kabupaten/kota mendapat label PIR (Pangan Industri Rumah tangga)
  • Bagi muslim, makanlah makanan yang baik, bergizi serta halal. Jangan terlalu gegabah membeli makanan kemasan apalagi yang belum pernah kita konsumsi sebelumnya. Perhatikan label halal, label halal MUI bertanda hijau dan bertuliskan MUI Indonesia. Jika tidak ada label halal, perhatikan komposisi bahan makanan untuk mencari kemungkinan mengandung bahan-bahan yang tidak halal (seperti : gelatin, lesitin, minyak,dll)


Komposisi makanan


  • Tidak semua pemanis , pewarna dan pengawet buatan tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi. Konsumen dituntut untuk jeli dan update mengetahui bahan-bahan yang diperbolehkan atau tidak.
  • 14 pemanis buatan yang diperbolehkan oleh badan POM : alitame, asesulfam K, aspartame, isomalt, laktitol, maltitol manitol, neotame, sakarin, siklamat, xylitol, sorbitol, sukralose.

Nah bagaimana? dengan demikian mulai dari sekarang, anda harus cermat dalam memilih makanan dalam kemasan. 

Posting Komentar

 
Top