Sebagai pebisnis, Anda patut mengetahui bahwa kemasan produk berperan sangat penting dalam proses distribusi dan pemasaran. Satu elemen penting dari kemasan adalah pemilihan warna kemasan produk. Warna kemasan akan membuat bisnis Anda berbeda dengan bisnis orang lain. Pilihan warna akan mengatur produk agar terlepas dari pesaing produk Anda.

Dalam kajian psikologi warna, pemilihan warna kemasan harus berdampak pada pengiriman pesan bawah sadar yang tepat. Hal ini akan menginspirasi setiap calon konsumen untuk membeli produk yang Anda tawarkan. Selain itu, pemilihan warna kemasan harus berhubungan dengan logo, yang juga mencerminkan citra produk Anda pada pasar untuk menarik pembeli.



Secara biologis, pesan yang diterima mata akan dibawa ke otak dan diproses hingga menghasilkan sebuah informasi. Misalnya, sebuah produk rasa anggur yang dikemas dalam warna oranye tentu tidak akan bekerja di otak. Otak perlu sesegera mungkin mendapatkan informasi tanpa harus berpikir ulang.

Ingat, bahwa produk Anda hanya memiliki jeda kurang lebih 2-3 detik di depan mata konsumen yang memandangi rak produk. Maka, bila produk yang memiliki rasa anggur tersebut maka warna kemasannya harus berwarna ungu karena biasanya buah anggur berwarna ungu.

Jangan buat kesalahan dengan memilih warna favorit Anda menjadi warna kemasan produk yang akan Anda pasarkan, tanpa memeriksa pesan bawah sadar yang tersirat pada warna tersebut. Mungkin warna tersebut mengesankan, tetapi ridak pantas untuk citra bisnis Anda.

Dalam memilih warna kemasan yang tepat, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:


  1. Buat produk Anda tetap ada di pikiran konsumen dengan cara posisikan diri Anda berada pada posisi target pasar untuk melihat apa saja yang memotivasi mereka untuk membeli produk Anda. Apakah karena faktor usia, jenis kelamin, status ekonomi, atau strata pendidikan mereka?
  2. Tentukan tujuan produk Anda dan pesan apa yang ingin disampaikan kepada pembeli melalui kemasan produk Anda. Apakah ini tentang pesan profesional yang serius dan konservatif atau mungkin tentang kesehatan dan kesejahteraan. Atau bisa juga untuk membuat konsumen merasa baik, ataukah membantu masalah atau kendala mereka. Atau justru ingin menunjukkan pesan mewah, keangggunan, ataupun kecanggihan produk Anda. Pastikan warna dan pesan yang Anda sampaikan tepat.
  3. Pahami juga budaya target pasar terkait makna yang melekat pada suatu warna dalam budaya tertentu sebelum Anda membuat pilihan.
  4.  Pilih warna berdasarkan pesan yang ingin Anda kirimkan pada target pasar bersama dengan informasi di atas.
  5. Buat kemasan produk Anda lebih menonjol bagi target pasar Anda agar dapat menarik perhatian pembeli produk Anda.
  6. Menguji warna kemasan Anda di pasaran untuk menentukan keberhasilan pemilihan warna tersebut, dan jika diperlukan buatlah perubahan untuk mengoptimalkan kemasan produk Anda. 
(ayopreneur.com)

Posting Komentar

 
Top